Perempuan Sungai Katingan

2 Februari 2009

I

Mengupas senja di sudut hari yang semakin renta saja
Menekuni bait-bait Ilahi di Surau yang juga mulai menua
Ah, apakah sudah terlalu jauh untuku pulang ke rumah
Seperti Surau itu akupun mulai menua
Seperti senja ini akupun semakin renta saja

Di hulu sana menggelora ulak kuala
Membawa hanyut ratik meranti
Sungai-sungai pasang membala
Semoga surut esok pagi

Sungguh wangi sayur humbutmu
Direbus kaldu kesetiaan
Tak tertepis merindukanmu
Perempuan Sungai Katingan

Semoga dapat kulupakan
II

Seraut wajah berisi kegetiran hati
Beranjak lelap dengan kecewa
Jauh memandang ke ufuk mimpi
Tidak pula pagi menjelma :
Lelakikah rumah singgah saat lelah?

Aku tak mampu bicara cinta
Sungguh…
Bukan berarti hatiku masih tertinggal di masa lalu
Saat ini dan sampai nanti, pasti kutitipkan rindu-rinduku

Tapi apa yang kau terima?
Dariku hanya malumu
Dariku hanya sedihmu
Dariku kehampaanmu
Tak cukupkah agar kau benar-benar menjauh?

Akupun terlalu mencintaimu

Iklan

7 Responses to “Perempuan Sungai Katingan”

  1. nyahu Says:

    Wah!!inikah seorang Sandi Firly yang menghebohkan jagad sastra kalimantan itu?Ck..ck..senang berkenalan dengan Anda. Sama arep! Maju tarus! Isen Mulang bara Tanah Dayak, Tambun Bungai….
    Tabe dan sukses harajur, le…

    Sekedar klarifikasi pa’… Nama saya sandy Agustin asli orang Pangkalanbun dan sekarang berdomisili di Bandung, ulun tuh haru belajar menulis kia, jadi hindai sepire amun di banding dengan Sandi Firly. Sementara Sandi Firly adalah salah satu maestro di Kalimantan, saya takut dengan anda mengatakan saya adalah “Sandi Firly” akan merusak nama baiknya hehehehe….. maklum saya baru pemula.


  2. ???

    sudah karifikasi broder


  3. aku suka puisi mu kawan.

    sama kawan, tulisan-tulisanmu tak kalah menawan…

    Terima kasih sudah mampir

  4. inidanoe Says:

    bukankah kematian adalah kecintaan paling setia..??

    hmmmm, begitu ya? (berpikir serius…), tapi kita harus hidup dulu kan untuk tau arti cinta? kalaupun itu terbawa sampai mati baru di namakan setia, begitu ya maksudnya? (masih ragu-ragu…). Alah sudahlah saya nyerah (ga kuat lagi mikir serius heheheh).

    terima kasih sudah mampir
    salam

  5. hajriansyah Says:

    ai..ai..jangan pina handak singgah ja, ingatakan bini di rumah menunggui lawas sudah

    Ajin mun lagi bakalahi wan bini, biasanya kaganangan mantan tunangan wal ai. Jadi lebih banyak ide mun ada konflik tu ternyata, hehehehe….

  6. wedyart Says:

    Pengalaman pribadi kayanya ni, aq tau kesahnya….

  7. anthony nyahu Says:

    Salam, teman. Lama tak berkunjung, sering di luar, ya?
    Saya tertarik untuk menerbitkan antologi puisi kita bersama-sama dengan J.J. Kusni. Gimana? Kontak saya di 081349055088. atau via email.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: